Nasihat : Tentang Keutamaan Membaca
Buku
D
|
ikisahkan bahwa pada suatu hari ada seseorang rakyat
biasa yang mendatangi istana Khalifah Abdul Malik bin Marwin dengan membawa
sebuah catatan.
Rakyat itu berkata kepada “Abdul Malik” “Wahai pemimpin kaum mukminin, sesungguhnya buku adalah pembantu yang paling berharga, tempat pertimbangan yang paling baik,teman yang mulia,kekasih yang paling lembut,teman yang paling jujur,sahabat yang bisa dipercaya,rekan yang paling mulia, penceramah yang paling fasih, pembicara yang paling lancar, kekasih yang paling setia menemanimu. Buku itu ditulis bukan karena kamu ada, ia bercerita kepada kamu dan bukan kamu yang bercerita kepadanya, dan jika kamu ingin mendapatkan ilmu ia akan setia membantumu, jika kamu membuka buku itu ia akan membuka pengetahuanmu, dan jika kamu ingin berdiskusi dengannya ia akan selalu hadir, jika kamu melindunginya ia akan melindungimu,ia akan selau ada kapanpun kamu ingin berdiskusi dengannya, ia akan selalu aktif selama kamu aktif, ia akan gembira dengan kesukaanmu kepadanya, ia takkan membencimu selama kamu masih mencintainnya, ia takkan menutup – nutupi pengetahuan, dan tidak akan mengabarkan kepadamu rahasia. Jika kamu menyebarkannya maka itu akan menjadi catatan sejarah, jika kamu melipatnya maka ia akan tidur, jika kamu bertanya kepadanya maka ia akan menjawabnya, dan jika kamu ingin menjadikan dia sebagai bukti ia akan berkata jujur,. Buku itu seolah diam tapi sebenarnya ia berbicara, tempat mencari hal - hal yang tidak kamu ketahui, bobotnya sangat ringan tapi manfaatnya besar, yang ada tapi tidak ada, yang tidak nampak tapi bisa diketahui, sebaik – baikanya penjaga diwaktu malam dan sebagus – bagus petunjuk di kala siang, jika kamu melipatnya ia akan bersembunyi, jika kamu membukannya ia akan duduk."Abdul Malik kemudian menjawab : “kamu telah membuat aku cinta kepada buku, dan membuatnya begitu berharga bagi diriku, dan engkau telah membuat aku suka membacanya. Maka,jalinkan hubungan yang baik dengannya”
"Terima Kasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca postingan saya semoga bermanfaat" :)
Rakyat itu berkata kepada “Abdul Malik” “Wahai pemimpin kaum mukminin, sesungguhnya buku adalah pembantu yang paling berharga, tempat pertimbangan yang paling baik,teman yang mulia,kekasih yang paling lembut,teman yang paling jujur,sahabat yang bisa dipercaya,rekan yang paling mulia, penceramah yang paling fasih, pembicara yang paling lancar, kekasih yang paling setia menemanimu. Buku itu ditulis bukan karena kamu ada, ia bercerita kepada kamu dan bukan kamu yang bercerita kepadanya, dan jika kamu ingin mendapatkan ilmu ia akan setia membantumu, jika kamu membuka buku itu ia akan membuka pengetahuanmu, dan jika kamu ingin berdiskusi dengannya ia akan selalu hadir, jika kamu melindunginya ia akan melindungimu,ia akan selau ada kapanpun kamu ingin berdiskusi dengannya, ia akan selalu aktif selama kamu aktif, ia akan gembira dengan kesukaanmu kepadanya, ia takkan membencimu selama kamu masih mencintainnya, ia takkan menutup – nutupi pengetahuan, dan tidak akan mengabarkan kepadamu rahasia. Jika kamu menyebarkannya maka itu akan menjadi catatan sejarah, jika kamu melipatnya maka ia akan tidur, jika kamu bertanya kepadanya maka ia akan menjawabnya, dan jika kamu ingin menjadikan dia sebagai bukti ia akan berkata jujur,. Buku itu seolah diam tapi sebenarnya ia berbicara, tempat mencari hal - hal yang tidak kamu ketahui, bobotnya sangat ringan tapi manfaatnya besar, yang ada tapi tidak ada, yang tidak nampak tapi bisa diketahui, sebaik – baikanya penjaga diwaktu malam dan sebagus – bagus petunjuk di kala siang, jika kamu melipatnya ia akan bersembunyi, jika kamu membukannya ia akan duduk."Abdul Malik kemudian menjawab : “kamu telah membuat aku cinta kepada buku, dan membuatnya begitu berharga bagi diriku, dan engkau telah membuat aku suka membacanya. Maka,jalinkan hubungan yang baik dengannya”
"Terima Kasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca postingan saya semoga bermanfaat" :)
Wah .. Bagus mb ..
BalasHapusAku share di facebook yaa ..
Hehe ..